Tuesday, April 27, 2010
Inilah Mobil Bertenaga Listrik dengan Kecepatan 273 Km/jam
MOBIL ini terlahir dari sebuah gagasan perusahaan Swedia NLV Solar AG yang menjadi pionir dalam teknologi photovoltaics dan tenaga listrik. Proyek ini tercetus saat NLV menugaskan Koeniggseg untuk mengembangkan dan merancang sebuah mobil masa depan yang menggunakan teknologi listrik dari sinar matahari (solar-cell/photovoltaics).
Hasilnya adalah sebuah kendaraan empat penumpang bertenaga surya-listrik (solar-electric) berlabel Quant yang sosoknya pernah dipamerkan tahun lalu di Geneva Motor Show. Kali ini, kendaraan yang sudah siap diproduksi tersebut seluruhnya digarap oleh NLV tanpa melibatkan Koeniggseg.
Quant bersistem penggerak roda belakang (RWD) ditenagai oleh sepasang motor listrik bersistem AC /Alternating Current (lawannya DC/Direct Current) induksi yang menghasilkan output 512hp dan torsi sebesar 714Nm.
Denga menerapkan desain twin-motor membuat sistem ini tak membutuhkan adanya bevel gear dan differential, menyederhanakan susunan dan memberikan tenaga yang konstan serta terkendali secara proporsional ke roda-roda belakang.
Kendaraan yang memiliki interior cukup lapang untuk empat orang dewasa ini diproyeksikan memiliki bobot sekitar 1.769kg. Kemampuan akselerasi 0-100 km/jam diraih dalam hitungan 5,2 detik dengan kecepatan maksimal hingga lebih dari 273 km/jam.
Untuk menghemat bobotnya semaksimal mungkin, Quant mengusung sasis model monotube backbone yang terbuat dari serat karbon. Kendaraan ini memiliki sistem penyimpanan daya yang disebut sebagai Flow Accumulator Energy Storage (FAES) yang dikembangkan oleh NLV.
FAES-nya sendiri memiliki bobot total 450kg dan tidak mengandung material berbahaya maupun logam berat seperti baterai lithium-ion yang digunakan oleh sebagian besar kendaraan listrik lainnya. NLV mengklaim sistem FAES yang dikembangkannya dapat terisi penuh dalam tempo hanya 20 menit dan membuat kendaraan mampu menjelajah sekitar 482km.
Untuk meningkatkan daya jelajahnya, kendaraan ini dipersenjatai dengan lapisan sel-surya (solar-cell) dinamai thin-flm yang diaplikasikan pada bodi mobil. Selain itu Quant juga dilengkapi dengan brake-energy recovering system, yaitu rem yang mampu mengubah putaran roda menjadi generator pembangkit listrik saat proses pengereman dan deselerasi.
Kendaraan yang memiliki kuran panjang 4.876mm ini dipercantik dengan sepasang pintu model gull-wing, sementara bagian interiornya dipercanggih dengan multiple infotainment display screen, tri-zone climate control dan pencahayaan LED.
Hasilnya adalah sebuah kendaraan empat penumpang bertenaga surya-listrik (solar-electric) berlabel Quant yang sosoknya pernah dipamerkan tahun lalu di Geneva Motor Show. Kali ini, kendaraan yang sudah siap diproduksi tersebut seluruhnya digarap oleh NLV tanpa melibatkan Koeniggseg.
Quant bersistem penggerak roda belakang (RWD) ditenagai oleh sepasang motor listrik bersistem AC /Alternating Current (lawannya DC/Direct Current) induksi yang menghasilkan output 512hp dan torsi sebesar 714Nm.
Denga menerapkan desain twin-motor membuat sistem ini tak membutuhkan adanya bevel gear dan differential, menyederhanakan susunan dan memberikan tenaga yang konstan serta terkendali secara proporsional ke roda-roda belakang.
Kendaraan yang memiliki interior cukup lapang untuk empat orang dewasa ini diproyeksikan memiliki bobot sekitar 1.769kg. Kemampuan akselerasi 0-100 km/jam diraih dalam hitungan 5,2 detik dengan kecepatan maksimal hingga lebih dari 273 km/jam.
Untuk menghemat bobotnya semaksimal mungkin, Quant mengusung sasis model monotube backbone yang terbuat dari serat karbon. Kendaraan ini memiliki sistem penyimpanan daya yang disebut sebagai Flow Accumulator Energy Storage (FAES) yang dikembangkan oleh NLV.
FAES-nya sendiri memiliki bobot total 450kg dan tidak mengandung material berbahaya maupun logam berat seperti baterai lithium-ion yang digunakan oleh sebagian besar kendaraan listrik lainnya. NLV mengklaim sistem FAES yang dikembangkannya dapat terisi penuh dalam tempo hanya 20 menit dan membuat kendaraan mampu menjelajah sekitar 482km.
Untuk meningkatkan daya jelajahnya, kendaraan ini dipersenjatai dengan lapisan sel-surya (solar-cell) dinamai thin-flm yang diaplikasikan pada bodi mobil. Selain itu Quant juga dilengkapi dengan brake-energy recovering system, yaitu rem yang mampu mengubah putaran roda menjadi generator pembangkit listrik saat proses pengereman dan deselerasi.
Kendaraan yang memiliki kuran panjang 4.876mm ini dipercantik dengan sepasang pintu model gull-wing, sementara bagian interiornya dipercanggih dengan multiple infotainment display screen, tri-zone climate control dan pencahayaan LED.
Inilah Racun Yang Paling Mematikan Disekitar Lingkungan Anda
Terdapat beberapa zat yang diketahui memiliki efek beracun yang bisa menyebabkan kematian. Zat yang paling dikenal beracun adalah arsenik, sianida tetrodoksin dan racun botulisme. Bagaimana zat ini dapat meracuni tubuh manusia?
Arsenik dan sianida telah banyak terlibat dalam hal keracunan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Contoh orang yang keracunan zat ini akibat adanya kebocoran pipa gas sianida, adanya zat buang dari industri tertentu yang mengandung kedua zat ini atau secara sengaja diberikan sebagai racun.
Seperti dikutip dari Science.org.au, Kamis (15/4/2010) zat-zat di bawah ini terkenal beracun dan memiliki efek racun yang berbeda-beda, yaitu:
1. Sianida
Sianida terkadang masih suka digunakan di pertambangan untuk mengekstraksi emas dan perak. Hal ini yang masih menjadi kontroversi terhadap keselamatan pertambangan emas dan perak, karena kebocoran sianida bisa mempengaruhi kesehatan manusia dan makhluk hidup disekitarnya.
Sianida merupakan racun yang berpotensi mematikan, karena zat ini membuat tubuh tidak dapat menggunakan oksigen untuk mempertahankan tubuhnya. Zat ini bisa berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida.
Gas sianida dapat diserap melalui inhalasi (paru-paru), kulit atau ingesti (mulut menuju perut) dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Jika zat ini masuk ke dalam tubuh bisa menghambat kerja enzim tertentu di dalam sel, mengganggu penggunaan oksigen oleh sel dan dapat menyebabkan kematian sel. Pada dosis tertentu, zat ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu 15 menit saja akibat kekurangan oksigen.
Racun sianida biasanya dioleskan pada pinggir gelas, botol minum atau disuntikkan ke dalam batu es. Sianida hanya bereaksi sebagai hidrogen sianida bebas, oleh karena itu garam-garam yang ditelan harus bertemu dengan air atau asam lambung sebelum membebaskan asam hidro-sianida, proses ini hanya butuh waktu beberapa detik.
Penggunaan racun sianida untuk bunuh diri digunakan tokoh kontroversial Nazi, Hitler yang diduga minum kapsul sianida sebelum menembakkan kepalanya.
2. Arsenik
Zat lain yang juga populer digunakan untuk kejahatan adalah arsenik yang merupakan unsur paling umum ke-20 di kerak bumi. Arsenik terjadi dalam berbagai bentuk, tapi zat ini akan sangat beracun apabila sebagai ion terutama jika bereaksi dengan kandungan sulfur dari enzim tertentu.
Seseorang yang terpapar zat ini dalam dosis yang tidak mematikan, kedepannya dapat menyebabkan keracunan kronis dan karsinogenik (zat penyebab kanker). Karenanya arsenik masih menjadi perdebatan terhadap keselamatan pekerja di industri yang masih menggunakan arsenik seperti insektisida atau perusahaan pembasmi gulma serta ekstraksi bijih timah dan tembaga.
Gejala-gejala keracunan arsenik akut dapat terjadi dalam dua bentuk. Pertama mengakibatkan kelumpuhan parah yang dapat terjadi dalam waktu 1-2 jam dan biasanya sering ditandai dengan tanda-tanda mengigau atau kegilaan. Sedangkan yang kedua dalam gangguan pencernaan seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah dan diare.
Zat arsenik dapat mematikan dengan cara merusak sistem pencernaan orang tersebut sehingga menyebabkan kematian karena shock. Beberapa tokoh yang pernah keracunan arsenik adalah Napoleon Bonaparte dan Munir.
Jika berada dalam bentuk unsur, maka arsenik tidak berbahaya. Tapi jika dalam bentuk oksidanya yaitu arsen dioksida, maka bersifat racun yang berbentuk serbuk putih serta larut dalam air.
Arsenik tidak berasa dan sukar untuk dideteksi. Makanan atau minuman yang dicampur arsenik tidak akan berasa. Senyawa ini dulu disebut 'bubuk warisan' karena digunakan untuk membunuh orang agar bisa mendapatkan warisannya dan kematiannya biasanya dianggap wajar.
Hal ini pula yang terjadi pada Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis ini sebelumnya diyakini meninggal akibat kanker lambung. Tapi setelah hampir seratus tahun baru diketahui bahwa ia meninggal akibat keracunan arsenik berdasarkan analisis rambutnya yang mengandung arsenik dengan dosis diambang batas aman.
3. Tetrodoksin
Zat ini biasanya terdapat di dalam ikan puffer (ikan buntal) dan bisa menyebabkan keracunan tetrodotoksin neurotoksin, ikan ini banyak terdapat di Asia terutama di Jepang. Dosis 1-2 gram tetrodoksin murni bisa mematikan dan diperkirakan efeknya melebihi sianida.
Toksin ini akan terkonsentrasi di hati, organ kelamin dan kulit binatang. Selain itu zat ini akan tetap stabil jika terkena suhu tinggi dan larut dalam air.
Zat ini berbentuk heterosiklik kecil dan molekul organiknya dapat bekerja secara langsung di saluran elektrik natrium yang aktif di jaringan saraf. Karenanya orang yang keracunan zat ini disebabkan oleh kerusakan saraf.
Orang yang keracunan tetrodoksin biasanya setelah mengonsumsi ikan puffer atau ikan buntal dalam jumlah tertentu. Namun terkadang racun ini ditemukan dalam bentuk bubuk obat yang dimasukkan ke dalam aliran darah atau melalui luka yang terbuka. Jika diberi dosis tetrodoksi dalam jumlah mematikan yaitu lebih dari 1 mg, bisa menyebabkan kematian.
4. Botulisme
Botulisme adalah penyakit infeksi paling berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun dari bakteri ini dikenal paling kuat sehingga dilarang penggunaannya sebagai senjata biologis dalam peperangan.
Infeksi racun ini menyebabkan kelumpuhan akut pada kedua sisi saraf tubuh (saraf karnial) dan saraf yang melakukan kontrol otomatis serta kesadaran dalam tubuh.
Selain itu bakteri ini dikenal sebagai bakteri anaerob yaitu dapat bertahan hidup, mereproduksi dirinya sendiri serta menghasilkan racun yang paling mematikan dan efektif pada tingkat oksigen yang sangat rendah. Racun dari bakteri ini akan menyerang sistem saraf dan membuat seseorang meninggal dengan rasa sakitnya.
Keracunan botulisme biasanya akibat makanan yang dikonsumsi atau melalui suntikan ke dalam tubuh yang dapat merusak sistem saraf serta melumpuhkan otot dengan menghambat pelepasan neurotransmitter acetycholine dari saraf.
Arsenik dan sianida telah banyak terlibat dalam hal keracunan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Contoh orang yang keracunan zat ini akibat adanya kebocoran pipa gas sianida, adanya zat buang dari industri tertentu yang mengandung kedua zat ini atau secara sengaja diberikan sebagai racun.
Seperti dikutip dari Science.org.au, Kamis (15/4/2010) zat-zat di bawah ini terkenal beracun dan memiliki efek racun yang berbeda-beda, yaitu:
1. Sianida
Sianida terkadang masih suka digunakan di pertambangan untuk mengekstraksi emas dan perak. Hal ini yang masih menjadi kontroversi terhadap keselamatan pertambangan emas dan perak, karena kebocoran sianida bisa mempengaruhi kesehatan manusia dan makhluk hidup disekitarnya.
Sianida merupakan racun yang berpotensi mematikan, karena zat ini membuat tubuh tidak dapat menggunakan oksigen untuk mempertahankan tubuhnya. Zat ini bisa berbentuk gas seperti hidrogen sianida atau dalam bentuk kristal seperti potasium sianida atau sodium sianida.
Gas sianida dapat diserap melalui inhalasi (paru-paru), kulit atau ingesti (mulut menuju perut) dan didistribusikan ke seluruh tubuh. Jika zat ini masuk ke dalam tubuh bisa menghambat kerja enzim tertentu di dalam sel, mengganggu penggunaan oksigen oleh sel dan dapat menyebabkan kematian sel. Pada dosis tertentu, zat ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu 15 menit saja akibat kekurangan oksigen.
Racun sianida biasanya dioleskan pada pinggir gelas, botol minum atau disuntikkan ke dalam batu es. Sianida hanya bereaksi sebagai hidrogen sianida bebas, oleh karena itu garam-garam yang ditelan harus bertemu dengan air atau asam lambung sebelum membebaskan asam hidro-sianida, proses ini hanya butuh waktu beberapa detik.
Penggunaan racun sianida untuk bunuh diri digunakan tokoh kontroversial Nazi, Hitler yang diduga minum kapsul sianida sebelum menembakkan kepalanya.
2. Arsenik
Zat lain yang juga populer digunakan untuk kejahatan adalah arsenik yang merupakan unsur paling umum ke-20 di kerak bumi. Arsenik terjadi dalam berbagai bentuk, tapi zat ini akan sangat beracun apabila sebagai ion terutama jika bereaksi dengan kandungan sulfur dari enzim tertentu.
Seseorang yang terpapar zat ini dalam dosis yang tidak mematikan, kedepannya dapat menyebabkan keracunan kronis dan karsinogenik (zat penyebab kanker). Karenanya arsenik masih menjadi perdebatan terhadap keselamatan pekerja di industri yang masih menggunakan arsenik seperti insektisida atau perusahaan pembasmi gulma serta ekstraksi bijih timah dan tembaga.
Gejala-gejala keracunan arsenik akut dapat terjadi dalam dua bentuk. Pertama mengakibatkan kelumpuhan parah yang dapat terjadi dalam waktu 1-2 jam dan biasanya sering ditandai dengan tanda-tanda mengigau atau kegilaan. Sedangkan yang kedua dalam gangguan pencernaan seperti mual, sakit kepala, nyeri hebat, muntah dan diare.
Zat arsenik dapat mematikan dengan cara merusak sistem pencernaan orang tersebut sehingga menyebabkan kematian karena shock. Beberapa tokoh yang pernah keracunan arsenik adalah Napoleon Bonaparte dan Munir.
Jika berada dalam bentuk unsur, maka arsenik tidak berbahaya. Tapi jika dalam bentuk oksidanya yaitu arsen dioksida, maka bersifat racun yang berbentuk serbuk putih serta larut dalam air.
Arsenik tidak berasa dan sukar untuk dideteksi. Makanan atau minuman yang dicampur arsenik tidak akan berasa. Senyawa ini dulu disebut 'bubuk warisan' karena digunakan untuk membunuh orang agar bisa mendapatkan warisannya dan kematiannya biasanya dianggap wajar.
Hal ini pula yang terjadi pada Napoleon Bonaparte, kaisar Perancis ini sebelumnya diyakini meninggal akibat kanker lambung. Tapi setelah hampir seratus tahun baru diketahui bahwa ia meninggal akibat keracunan arsenik berdasarkan analisis rambutnya yang mengandung arsenik dengan dosis diambang batas aman.
3. Tetrodoksin
Zat ini biasanya terdapat di dalam ikan puffer (ikan buntal) dan bisa menyebabkan keracunan tetrodotoksin neurotoksin, ikan ini banyak terdapat di Asia terutama di Jepang. Dosis 1-2 gram tetrodoksin murni bisa mematikan dan diperkirakan efeknya melebihi sianida.
Toksin ini akan terkonsentrasi di hati, organ kelamin dan kulit binatang. Selain itu zat ini akan tetap stabil jika terkena suhu tinggi dan larut dalam air.
Zat ini berbentuk heterosiklik kecil dan molekul organiknya dapat bekerja secara langsung di saluran elektrik natrium yang aktif di jaringan saraf. Karenanya orang yang keracunan zat ini disebabkan oleh kerusakan saraf.
Orang yang keracunan tetrodoksin biasanya setelah mengonsumsi ikan puffer atau ikan buntal dalam jumlah tertentu. Namun terkadang racun ini ditemukan dalam bentuk bubuk obat yang dimasukkan ke dalam aliran darah atau melalui luka yang terbuka. Jika diberi dosis tetrodoksi dalam jumlah mematikan yaitu lebih dari 1 mg, bisa menyebabkan kematian.
4. Botulisme
Botulisme adalah penyakit infeksi paling berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Racun dari bakteri ini dikenal paling kuat sehingga dilarang penggunaannya sebagai senjata biologis dalam peperangan.
Infeksi racun ini menyebabkan kelumpuhan akut pada kedua sisi saraf tubuh (saraf karnial) dan saraf yang melakukan kontrol otomatis serta kesadaran dalam tubuh.
Selain itu bakteri ini dikenal sebagai bakteri anaerob yaitu dapat bertahan hidup, mereproduksi dirinya sendiri serta menghasilkan racun yang paling mematikan dan efektif pada tingkat oksigen yang sangat rendah. Racun dari bakteri ini akan menyerang sistem saraf dan membuat seseorang meninggal dengan rasa sakitnya.
Keracunan botulisme biasanya akibat makanan yang dikonsumsi atau melalui suntikan ke dalam tubuh yang dapat merusak sistem saraf serta melumpuhkan otot dengan menghambat pelepasan neurotransmitter acetycholine dari saraf.
Subscribe to:
Posts (Atom)












